MAHASISWA KKN UNDIP EDUKASI IBU PKK TENTANG KESEHATAN DAN KETAHANAN KELUARGA


Salatiga, 10 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro mengajak ibu-ibu PKK RW 03 Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, untuk memperkuat peran perempuan dalam menjaga kesehatan, kesejahteraan, dan ketahanan keluarga. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Program Multidisiplin I dengan tema “Revitalisasi Pemberdayaan Perempuan melalui Penguatan Peran Ibu PKK sebagai Agen Perubahan dalam Kesehatan, Kesejahteraan, dan Ketahanan Keluarga”.

Program ini dilaksanakan melalui rangkaian edukasi yang mengangkat sejumlah isu yang berkaitan dengan kehidupan keluarga. Materi yang diberikan mencakup keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan rumah tangga, gizi dan kesehatan perempuan, ergonomi aktivitas rumah tangga, serta pencegahan dan perlindungan perempuan dari KDRT melalui perspektif kesehatan fisik, kesehatan psikologis, dan hukum.

Materi disampaikan oleh enam mahasiswa dari lintas bidang keilmuan. Muhammad Feri Assydiqi (Program Studi Manajemen Administrasi Logistik) membawakan materi K3 rumah tangga. Qonita Dwi Anggraheni (Program Studi Biologi) menyampaikan materi gizi dan kesehatan perempuan. Joesephine Melva Majesty (Program Studi Teknik Industri) membahas ergonomi aktivitas rumah tangga. Diah Nurul Ardhiyani (Program Studi Kedokteran) membahas KDRT dan dampak pada kesehatan fisik. Eunike Gracia Aristanti (Program Studi Psikologi) membahas KDRT dan dampak pada kesehatan psikologis, sedangkan Andi Syamaidzar Rifat Bashirah (Program Studi Hukum) menyampaikan materi mengenai hak perempuan dan perlindungan hukum.

Mengawali rangkaian materi, peserta diajak memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan kesehatan dan ketahanan keluarga. Salah satunya melalui materi perlindungan hukum, peserta diperkenalkan pada hak-hak perempuan dalam rumah tangga serta bentuk kekerasan yang dapat dilaporkan.

“Kami ingin ibu-ibu lebih mengetahui hak-hak yang bisa diperjuangkan dan memahami bentuk kekerasan yang dapat dilaporkan, sehingga ketika menghadapi situasi tersebut, mereka tahu apa yang bisa dilakukan,” ujar Rifat.

Selain aspek hukum, kesehatan psikologis perempuan juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Materi mengenai KDRT dan dampak pada kesehatan psikologis diberikan untuk membantu peserta memahami bahwa dampak kekerasan tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga dapat memengaruhi anggota keluarga lain yang menyaksikannya, misalnya anak.

“KDRT itu dampaknya tidak hanya kepada korban, tetapi juga kepada orang yang menyaksikan, salah satunya anak. Hal itu juga menjadi salah satu fokus yang ingin kami sampaikan agar dampaknya terhadap keluarga bisa lebih dipahami,” jelas Eunike.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari ibu-ibu PKK yang mengikuti rangkaian edukasi. Dua peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat dari sisi pengetahuan dan dapat menjadi acuan apabila suatu saat terdapat anggota keluarga atau masyarakat di lingkungan sekitar yang menghadapi permasalahan serupa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah ilmu dan pengetahuan bagi kami. Kalau suatu saat ada yang mengalami hal seperti yang disampaikan, materi ini bisa menjadi acuan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan,” ungkap Bu Eny dan Bu Rina, peserta kegiatan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro berharap pengetahuan yang diberikan dapat memperkuat peran ibu-ibu PKK sebagai agen perubahan, serta mendorong terwujudnya keluarga yang lebih sehat, sejahtera, aman, dan tangguh.

Penulis: TIM II KKN Reguler Universitas Diponegoro

Editor: Inggita Nova Yuliana